Posted by: donyaktani on: Juni 22, 2008
Medan ( Berita ) : Pertamina Pemasaran BBM Retail Region I optimistis berhasil mencapai target perolehan Sertifikat “PASTI PAS” sebanyak 112 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setelah hingga Juni sudah terealisasi 48 SPBU.
“Dengan semakin banyaknya SPBU yang mengantongi PASTI PAS, maka diharapkan konsumen semakin mendapatkan layanan terbaik dan Pertamina sendiri semakin kuat untuk bersaing di pasar bebas dewasa ini,” kata General Manager Pertamina Pemasaran BBM Retail Region I, Basuki Trikora Putra di Medan, Jumat [20/06] .
Dia berbicara usai menyerahkan Sertifikat PASTI PAS kepada tiga SPBU di Sumut sekaligus acara syukuran Pertamina secara nasional menyusul sudah lebih 500 SPBU yang mengantongi sertifikat itu di Indonesia yang digelar di SPBU Singapore Station Jalan Brigjen Katamso Medan yang juga merupakan salah satu SPBU yang mendapat sertifikat itu.
Basuki yang baru dua hari bertugas di Region I menggantikan Edwin Bakti, menjelaskan, dari 48 SPBU itu, di Sumatera Utara sudah 17 SPBU yang meraih PASTI PAS dari yang ditargetkan sebanyak 55 SPBU.
SPBU yang berhasil mendapatkan sertifikat PASTI PAS dari auditor independen Bureau Veritas menunjukkan bahwa SPBU itu sudah memberikan layanan terbaik kepada konsumen seperti yang dipersyaratkan Pertamina dengan standar pelayanan Pertamina Way.
Jumlah SPBU di Region I yang meliputi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumut, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau mencapai 557 unit. “Manajemen berharap semua SPBU itu bisa menjalankan program Pertamina Way itu paling lama pada 2010, ” katanya yang didampingi Sales Manager Pertamina Region I, Tengku Fernanda.
Pertamina semakin optimis bisa mencapai target itu, karena selain mengaku memiliki tim handal untuk fokus pada implementasi Pertamina Way itu, pengelola SPBU juga disebutkan antusias mendapatkan sertifikat itu. Dewasa ini, kata dia, persaingan di SPBU, bukan saja dengan SPBU kompetitor, tapi juga antar SPBU Pertamina. “Yang memberikan pelayanan tidak baik, pasti akan ditinggalkan konsumen,” katanya.
Dia mengaku, sejauh ini Pertamina tidak memberikan sanksi kepada SPBU yang masih tidak membenahi SPBU maupun merubah layanannya kearah standar internasional.Tapi, katanya, sanksi itu akan datang dari pasar alias konsumen yang pasti meninggalkan atau tidak membeli BBM di SPBU-nya yang pada akhirnya merugikan pengusaha SPBU itu sendiri.
Auditor sendiri masih tetap melakukan audit kepada SPBU yang sudah mengantongi sertifikat PASTI PAS agar layanan kepada konsumen tetap terjaga atau konsisten. “Audit yang terus berlangsung itu menunjukkan.bahwa sertifikat itu bukan dengan mudah bisa diperoleh,” katanya
Secara nasional, tahun ini PASTI PAS ditargetkan bisa mencapai 1.000 SPBU dari sekitar 4.000 an SPBU yang ada. Pengusaha SPBU Singapore Station, Hun Jaya, menyebutkan, manajemennya memang antusias mendapatkan PASTI PAS untuk bisa bersaing dengan SPBU yang sudah sebelumnya beroperasi dan termasuk dengan Petronas yang malah beroperasi tidak jauh dari lokasi SPBU yang dimilikinya.
Manajemen juga berupaya mendapatkan untung di luar layanan penjualan BBM-nya dengan membangun fasilitas umum lainnya mulai dari service mobil, anjungan tunai mandiri dan restoran, dan mini market. ( ant )
Komentar Terakhir