Posted by: donyaktani on: Juni 22, 2008
Bukittinggi ( Berita ) : Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Kamal S Fandi menyatakan kekagumannya terhadap keindahan alam dan suasana Islami Kota Bukittinggi, Sumbar, dan juga menjadwalkan akan membuat film dokumenter tentang kota wisata berhawa sejuk itu.
“Alam Kota Bukittinggi adalah karunia Allah yang sangat luar biasa,” kata Kamal S Fandi didampingi Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Mr Amir, Bukittinggi, Jumat [20/06].
Kunjungan Dubes Iran itu ke Kota Bukittinggi untuk berlibur dan juga dijadwalkan membuat film dokumenter tentang kota wisata itu.
Menurut dia, bagi warga Iran, Pulau Sumatera khususnya Kota Padang dan Bukittinggi bukan merupakan hal asing lagi karena beberapa tahun lalu para saudagar Iran banyak mendaratkan kakinya langsung di Pulau Sumatera setelah berlayar dari negaranya,” katanya.
Sekda Bukittinggi, H Khairul, menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap jumlah kunjungan wisatawan asal Iran ke daerah itu akan meningkat. “Kunjungan ini satu kehormatan dan akan memberikan dampak sangat besar terhadap kemajuan pariwisata yang menjadi sektor andalan Kota Bukittinggi,” katanya.
Terkait pembuatan film dokumenter itu, dirinya menyambut baik dan berjanji akan memfasilitasinya. “Ini adalah satu bentuk promosi wisata kita untuk negara lain,” katanya.
Kota Bukittinggi memiliki objek wisata yang menjadi daya tarik para wisatawan, di antaranya alam, sejarah dan budaya. Objek wisata Kota Bukittinggi di antaranya, Ngarai Sianok, panorama Lubang Jepang, Jam Gadang, Istana Bung Hatta, dan lainnya. Tidak ketinggalan kuliner di antaranya nasi kapau, ampiang dadiah dan lainnya. ( ant )
Posted by: donyaktani on: Juni 22, 2008
London ( Berita ) : Radio Republik Indonesia Siaran Luar Negeri (RRI SLN) yang dikenal dengan “The Voice Of Indonesia” bersama PT Len Industri sebagai penyedia transmisi mengadakan kunjungan kerja selama seminggu di Kerajaan Inggris sekaligus menjajaki kerjasama dengan VT Communication.
“Tujuan kehadiran kami di sini dalam rangka melakukan studi banding,” ujar Kepala Stasiun Luar Negeri RRI Sutrisno Santoso, usai mengadakan pertemuan dengan Duata Besar RI untuk Kerajaan Inggris dan Republik Irlandia Yuri Thamrin di KBRI London, Jumat [20/06].
Sutrisno bersama Senior Manajemen Teknisi RRI SLN Eddy Heryanto dan Manajer Proyek PT Len Industri Mursid Indarto menjajaki kerjasama operasi dan pemeliharaan serta penyediaan suku cadang dengan VT Communication yang merupakan perusahaan penyiaran (broadcaster) terbesar di dunia.
Menurut Sutrisno, VT Communication tersebar di lebih 100 negara dari 29 lokasi di dunia yang membantu melayani dan mengembangkan siaran di seluruh dunia yang berdaya sangat besar merupakan perusahaan yang menyewakan “air times” untuk berbagai siaran radio di dunia.
Diakuinya, RRI Siaran Luar Negeri yang memiliki siaran 10 bahasa di dunia mencakup Jerman, Spanyol, Perancis, Inggris, Mandarin, Jepang dan Malaysia, Arab, Korea termasuk Bahasa Indonesia membutuhkan kualitas suara yang prima.
Untuk dapat menjangkau berbagai negara RRI membutuhkan sistem transmisi yang lebih baik lagi, salah satunya adalah agar dapat menyewa “air times” dari VT Communication.
Selama di Inggris Sutrisno bersama rombongan termasuk tiga teknisi RRI Siaran Luar negeri juga melakukan kunjungan ke lokasi pemancar yang berdaya tinggi, serta berkunjung ke dapur BBC London Seksi Indonesia.
Dikatakannya, siaran Luar negeri RRI sebagaimana BBC London dengan berbagai seksi bahasa berusaha memberikan gambaran kepada masyarakat asing di luar negeri ternatng berbagai kemajuan yang ada.
Selain gambaran mengenai cita-cita, aspirasi, garis politik, derap kemajuan pembangunan, kebudayaan Indonesia guna membangun citra positif Indonesia untuk menunjang politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, yang diabdikan kepada kepentingan nasional Indonesia, ujarnya.
Menurut Sutrisnio, “The Voice of Indonesia” mempunyai motto “The Sound of Dignity” yang maksudnya menunjung tinggi harkat dan martabat bangsa didalam setiap penyiarannya. ( ant )
Posted by: donyaktani on: Juni 22, 2008
Jakarta (ANTARA News) – Vokalis grup band GIGI, Armand Maulana mengatakan para personil GIGI dan personil band UNGU selama dua bulan ke depan akan berlatih bersama secara intensif demi memberikan suguhan terbaik dalam sebuah konser religi yang akan berlangsung di Senayan Jakarta, 26 Agustus mendatang.
“Ide ini (konser bersama, red) muncul dari manajemen masing-masing untuk membuat program yang belum pernah dilakukan sebelumnya. GIGI dan UNGU akan berkolaborasi dalam konser religi berjudul “Pintu SurgaMu”, sehingga kami akan berlatih bersama demi memberikan konser yang terbaik,” kata Armad dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Sementara vokalis UNGU, Pasya mengatakan konser kolaborasi ini merupakan terobosan baru di bidang musik Indonesia yakni dua band bersama-sama menggelar konser di satu panggung bernuansa religi. Para personil kedua grup band ini juga telah menyiapkan konsep khusus yang dikerjakan bersama.
“Kami ingin mencoba sesuatu yang baru di atas panggung,” tambah Makki, sang pembetot bas UNGU.
Makki menambahkan dalam konser nanti selain akan dibawakan lagu-lagu religi dari album mereka, beberapa materi lagu diambilkan dari lagu religi terbaru.
“Momentum konser religi ini memang bertepatan dengan rencana peluncuran album religi UNGU sehingga dalam konser nanti akan kami bawakan juga beberapa lagu terbaru,” katanya.
Senada dengan Makki, drummer GIGI, Hendi mengatakan GIGI juga akan membawakan beberapa lagu andalan di album religi terbaru mereka.
Judul konser “Pintu SurgaMu” merupakan penggabungan dari judul album “Pintu Sorga” milik GIGI dan “SurgaMu” milik UNGU.
Konser religi GIGI dan UNGU diselenggarakan oleh sebuah stasiun radio yang bersegmentasi anak muda, Gen FM dan Pos Entertainment. Presiden Direktur Gen FM, Adrian Syarkawi mengatakan konser ini tampilnya kedua grup band ini merupakan keinginan pendengar radio yang berusia satu tahun pada 9 Agustus 2008.
“Kami pernah melakukan riset pada pedengar musik di Indonesia tentang band apa yang sangat diminati masyarakat Indonesia dalam hal musik religi. Ternyata jawabannya adalah GIGI dan UNGU,” demikian Adrian.(*)
Posted by: donyaktani on: Juni 22, 2008
Jakarta (ANTARA News) – Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora), Adhyaksa Dault, berharap petualangan terbang solo dari Sabang sampai Merauke yang dilakukan oleh Saleh Sudrajad (Kang Soleh) bisa menjadi inspirasi bagi kaum muda Indonesia untuk lebih mencintai Tanah Air dan lebih dekat dengan Yang Maha Kuasa.
“Apa yang telah dilakukan oleh Kang Soleh diharapkan akan membangkitkan rasa bangga terhadap Tanah Air, serta untuk membangkitkan semangat kaum muda agar menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya, saat menerima Saleh Sudrajad dan pengurus kelompok pencinta alam Wanadri, di Jakarta, Jumat (20/6) malam.
Saleh Sudrajat baru saja menuntuskan ekpedisi terbang solo berpesawat ultra ringan Pegasus, dan selamat mendarat di tujuan akhir, Merauke (Papua), Rabu (18/6), setelah mengawali perjalanan dari Sabang (Nanggroe Aceh Darussalam/NAD) di ujung barat pada 15 Mei 2008.
Adhyaksa secara pribadi memuji keberanian yang dilakukan oleh pria berusia 55 asal Bandung itu dan acara terbang solo tersebut merupakan salah satu dari rangkaian acara memperingati 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional..
“Sukses ini juga membuktikan bahwa hal yang semula yang dianggap mustahil, ternyata bisa dilakukan dan ini harusnya menjadi pemicu semangat bagi kaum muda bahwa kita bisa bangkit dari situasi sesulit apa pun, asalkan ada semangat dan mendekatkan diri dengan Yang Maka Kuasa,” katanya.
Rencana terbang solo sebelumnya memang sempat diragukan kesuksesannya karena pesawat ultra ringan itu harus mengarungi perjalanan sejauh 6.000km lebih dari Aceh sampai Merauke dengan kondisi alam cuaca yang tidak bisa diprediksi dan sebagian besar dari rute yang dilalui adalah lautan.
Saleh Sudrajat saat melaporkan hasil perjalanannya kepada Adhyaksa tampak terbata-bata karena terharu dan sangat terkesan dengan petualangan yang baru saja dijalaninya.
Ia menceritakan bagaimana terperangkap putasan badai Cumulus Nimbus (CB) selama 30 menit pada ketinggian 2600 kaki antara Dobo dan Timika sebelumnya akhirnya lolos dari maut dan mendarat dengan selamat di Timika.
“Saya hanya bisa pasrah saat terperangkap dalam pusaran badai dan berputar-putar selama 30 menit. Namun, kemudian pesawat didorong terus hingga akhirnya pesawat turun ke ketinggian 2000 kaki,” kata Saleh.
Saleh mengawali perjalanan dari Sabang pada 15 Mei dan kemudian singgah diberbagai daerah, yaitu Banda Aceh, Lhokseumawe, Medan, Silangit Tapanuli Utara, Dumai, Pekanbaru, Rengat, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Cirebon, dan Semarang.
Ia kemudian melanjutkan perjalanan ke Solo, Surabaya, Grogag, Kuta Bali, Mataram, Sumbawa Besar, Bima, Ende, Larantuka, Air Panas, Pulau Babar, Saumlakki, Tual, Dobo, Timika dan berakhir di Merauke.
Secara total, Saleh berada di angkasa selama 59 jam 16 menit untuk menempuh jarak 6.435km dengan rute terpanjang Kisar-Saumlaki (285 mil) yang ditempuh selama 4 jam 15 menit secara non-stop. (*)
Posted by: donyaktani on: Juni 22, 2008
Maastricht – Hubungan mesra antara manusia dan robot diperkirakan bukan lagi hayalan belaka di 40 tahun mendatang.
“Robot akan dibuat dengan memiliki emosi, personaliti, perasaan ingin tahu. Mereka bisa berbicara bahkan membuat manusia tertawa,” ujar David Levy, penulis buku ‘Love + Sex with Robots’ dalam sebuah konferens internasional di Maastricht University, Belanda, seperti dikutip detikINET dari AFP, Senin (16/6/2008).
Hal ini juga diungkapkan oleh periset. Mereka menyatakan, robot akan dibuat semakin mendekati manusia, baik dari segi pergerakan, emosional atau kecerdasannya. Saat ini periset juga sedang gencar mengembangkan 3 hal tersebut.
Bahkan, dalam 5 tahun kedepan diperkirakan robot yang bisa menjadi ‘boneka seks’ juga sudah dapat diciptakan. “Seperti upgrade dari alat bantu seks elektrik yang sudah banyak di pasaran,” tandas Levy.
Dengan makin pintarnya robot, diperkirakan manusia dapat berinteraksi dan bermesraan dengan robot, bahkan bercinta.
“Saya rasa semuanya akan terjadi di 40 tahun mendatang… atau bisa lebih cepat. Anda akan melihat robot yang sudah bisa menjadi teman ngobrol yang enak selayaknya berbicara dengan teman manusia,” tutur Levy.
Percintaan Manusia – Robot Tak Etis?
Menanggapi pemikiran Levy, Dylan Evans, seorang pendidik dari Inggris menyatakan, apapun yang terjadi atau sepintar apapun robot tak akan ada hubungan percintaan manusia-robot seperti halnya manusia dengan manusia.
“Robot tak bisa memilihmu, mereka tak bisa menolakmu juga. Itu akan menjadikan hubungan antar manusia-robot menjadi sangat membosankan,” ujar Evans.
Menurut Evans, walau bisa menjadi teman bercinta sekalipun, hubungan antar manusia-robot masih dianggap kurang etis.
Namun, Levy menyatakan, hubungan antar manusia-robot sangat mungkin terjadi. “Jutaan orang diluar sana sangat kesepian dan tak bisa berhubungan dengan orang lain karena masalah kepribadian mereka, mungkin terlalu malu, mempunyai kelainan seksual atau bahkan sangat buruk rupa sekalipun,” timpal Levy.
Menurutnya, robot dapat menjadi pilihan bagi orang-orang tersebut, setidaknya pilihan untuk memenuhi kebutuhan emosional atau fisiknya.
Komentar Terakhir